Mengenali motivasi internal dan eksternal pada anak dalam prestasi
Haii sobat cendikia-cendikiawan, kali ini kita akan bahas seputar dunia Psikologi. Tepatnya kita akan bahas mengenai motivasi dalam diri manusia yang menjadi salah satu faktor dalam upaya peningkatan prestasi akademik yang akan diusahakan oleh manusia itu sendiri. apa yang menjadi motivasi anak dalam prestasi? yuk kita simak.
Sebelum membahas kenapa motivasi itu penting dimiliki oleh seseorang, alangkah baiknya kita mengenali kenapa atau penyebab seseorang tidak memiliki motivasi. Berikut penyebab umumnya:
Orang bisa kehilangan motivasi anak dalam meraih prestasi karena berbagai alasan. Berikut adalah beberapa penyebab umum:
-
Kurangnya Tujuan atau Arah :
- Tanpa tujuan yang jelas, orang seringkali merasa tidak ada alasan untuk berusaha. Tujuan memberikan arah dan alasan untuk bertindak.
-
Ketakutan akan Kegagalan:
- Ketakutan akan gagal bisa sangat menghambat. Rasa takut ini dapat membuat orang enggan mencoba atau mengambil risiko.
-
Kurangnya Dukungan Sosial:
- Dukungan dari keluarga, teman, atau kolega sangat penting. Tanpa dukungan ini, orang bisa merasa kesepian dan tidak termotivasi.
-
Kelelahan dan Stres:
- Kelelahan fisik dan mental dapat menguras energi dan membuat seseorang sulit menemukan motivasi.
-
Kebiasaan Buruk:
- Kebiasaan buruk seperti menunda-nunda atau pola makan yang tidak sehat bisa mengurangi tingkat energi dan motivasi.
-
Lingkungan yang Tidak Mendukung:
- Lingkungan yang negatif atau tidak mendukung bisa sangat mempengaruhi motivasi. Lingkungan yang positif dan suportif sangat penting untuk memotivasi diri.
-
Kurangnya Pengakuan atau Penghargaan
:
- Pengakuan dan penghargaan dari orang lain bisa menjadi sumber motivasi yang kuat. Tanpa ini, orang bisa merasa usaha mereka sia-sia.
-
Perasaan Tidak Berarti
:
- Merasa bahwa tugas atau pekerjaan yang dilakukan tidak memiliki makna atau tujuan bisa menyebabkan kurangnya motivasi.
-
Masalah Kesehatan Mental:
- Depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya dapat sangat mempengaruhi motivasi. Ini membutuhkan perhatian dan perawatan khusus.
-
Kurangnya Perubahan atau Tantangan:
- Rutinitas yang monoton dan kurangnya tantangan baru bisa membuat orang merasa bosan dan tidak termotivasi.
Nah sobat cendikia, mengenali penyebab kurangnya motivasi adalah langkah pertama menuju perubahan positif. Dengan memahami faktor-faktor ini, seseorang bisa mulai mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan motivasi dan mencapai tujuan mereka.
Selanjutnya, kita harus perlu tahu terlebih dahulu, sebenarnya motivasi itu apa sih ?. jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, Motivasi adalah usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang diinginkan atau mendapatkan kepuasan dengan perbuatannya. Oke, kalau itu kita menggunakan pendekatan bahasa. Lalu bagaimana pendapat dari ilmuan tentang pengertian motivasi, salah satu ilmuan yang bernama Stoner (Stoner, 1996 : 134) mengatakan bahwa terdapat tiga dari empat asumsi dasar motivasi yakni:
- Motivasi adalah hal-hal yang baik, seseorang menjadi termotivasi karena dipuji untuk sebaliknya bekerja dengan penuh motivasi dan karenanya seseorang dipuji
- Motivasi adalah satu dari beberapa fakta yang menentukan prestasi kerja seseorang, faktor yang lain adalah kemampuan, sumber daya, kondisi tempat kerja, kepemimpinan, dll
- Motivasi bisa habis dan perlu ditambah suatu waktu, seperti pada beberapa faktor psikologis yang lain yang bersifat siklikal, maka pada saat berada pada titik terendah motivasi perlu ditambah
Sehingga, prinsip dari motivasi ialah dorongan atau niat daripada seseorang tertentu dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan olehnya melalui usaha-usaha tertentu pula. Tentu, usaha-usaha tersebut juga mendukung pencapaian tujuan orang tersebut pula. Selain itu, hal yang sangat menarik antara kedua pendekatan tersebut ialah mengatakan bahwa motivasi dapat mempengaruhi seseorang dalam mencapai kesuksesan tujuan yang diinginkan. Dan yang tak kalah penting ialah motivasi itu bisa habis atau bisa naik turun, sehingga perlu adanya pengendalian, hal itulah yang juga mendasari pembahasan kali ini yakni bagaimana mengenali motivasi dalam menunjang seorang anak dalam menggapai prestasi, khususnya dalam bidang akademik.
Oke, setelah kita menyamakan pengetahuan tentang apa itu motivasi beserta sebab-sebab orang kehilangan motivasi yang juga berdampak pada tujuan yang akan dicapainya, sehingga perlu adanya pengenalan terhadap macam-macam motivasi yang sudah diteliti. Hal tersebut tidak lain dan tidak bukan yakni untuk memudahkan sobat cendekia, khususnya bagi para orang tua supaya dapat mendapatkan pengetahuan tentang motivasi dari anaknya. Dengan mengenali macam-macam motivasi nantinya bisa digunakan oleh orang tua dalam membimbing dan membantu anak-anaknya supaya terus berada jalur sesuai tujuan dan harapan dari orang tua maupun dari anak-anaknya.
Yuk kita kupas,
Motivasi itu dibagi atas dua besaran unsur, yakni adanya motivasi intrinsik dan ekstrinsik, berikut adalah penjelasan mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam motivasi, terutama dalam konteks peningkatan prestasi akademik:
Unsur Internal
Motivasi intrinsik adalah dorongan yang datang dari dalam diri individu. Unsur-unsur motivasi intrinsik termasuk:
- Minat Pribadi: Ketertarikan mendalam terhadap subjek atau kegiatan tertentu.
- Kepuasan dan Kesenangan: Menikmati proses belajar dan merasa puas dengan pencapaian pribadi.
- Keingintahuan: Dorongan untuk memahami lebih dalam tentang suatu topik.
- Tujuan dan Aspirasi Pribadi: Menggapai cita-cita atau impian yang diinginkan.
- Tantangan dan Pembelajaran: Mencari tantangan baru dan peluang untuk berkembang.
Unsur Eksternal
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang berasal dari faktor luar diri individu. Unsur-unsur motivasi ekstrinsik termasuk:
- Penghargaan dan Pengakuan: Mendapatkan hadiah, pujian, atau pengakuan dari orang lain.
- Tekanan dan Harapan Eksternal: Tuntutan dari orang tua, guru, atau lingkungan sosial.
- Insentif Materi: Hadiah berupa uang, beasiswa, atau barang.
- Persaingan dan Perbandingan Sosial: Keinginan untuk unggul dibandingkan teman sebaya.
- Tuntutan Akademik: Kebutuhan untuk mencapai nilai atau memenuhi kriteria tertentu untuk melanjutkan pendidikan atau karier.
Cara Membedakan Motivasi yang Tidak Mengarah pada Tujuan Diri Sendiri (Gejala-Gejala)
Untuk mengenali mana motivasi yang tidak mengarah pada tujuan diri sendiri, penting untuk memperhatikan:
- Sumber Motivasi: Apakah dorongan tersebut berasal dari dalam diri atau dari luar.
- Tujuan Akhir: Apakah tujuan yang ingin dicapai benar-benar sesuatu yang diinginkan pribadi atau hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain.
- Kepuasan Pribadi: Apakah merasa puas dan bahagia saat mencapai tujuan tersebut atau hanya merasakan kepuasan sementara karena dorongan eksternal.
Dengan memahami perbedaan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik, sobat cendikia dapat lebih bijaksana dalam memotivasi diri dan khususnya dapat mengidentifikasi motivasi dari anak-anaknya untuk mencapai prestasi akademik yang sesuai dengan tujuan pribadi si anak dan harapan terbaik dari para orang tua sobat cendikia.
Selanjutnya ialah tak lengkap jikalau suatu ilmu itu tidak diajarkan atau tidak menjadi manfaat ketika tidak diberikan tips-tips untuk menerapkan ilmu tersebut.
Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan motivasi dalam meraih prestasi akademik, didasarkan pada data hasil penelitian:
- Menetapkan Tujuan yang Jelas:
- Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki tujuan yang jelas cenderung lebih termotivasi untuk mencapai prestasi akademik yang tinggi. Tujuan yang jelas memberikan arah dan fokus bagi siswa dalam belajar.
- Memberikan Umpan Balik Konstruktif:
- Umpan balik yang konstruktif dari guru atau orang tua dapat membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta cara-cara untuk memperbaiki diri. Ini juga meningkatkan rasa percaya diri siswa.
- Menciptakan Lingkungan Belajar yang Mendukung:
- Lingkungan belajar yang positif dan mendukung sangat penting dalam meningkatkan motivasi siswa. Ini termasuk dukungan dari teman sebaya, guru, dan orang tua.
- Menggunakan Teknologi dalam Pembelajaran:
- Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat membuat proses belajar lebih menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi siswa.
- Memberikan Penghargaan dan Pengakuan:
- Penghargaan dan pengakuan atas usaha dan pencapaian siswa dapat menjadi motivasi yang kuat. Ini bisa berupa pujian, hadiah, atau pengakuan publik.
- Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis:
- Meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah dapat membuat siswa merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik.
- Mengintegrasikan Minat Pribadi dengan Pembelajaran:
- Menghubungkan materi pelajaran dengan minat pribadi siswa dapat membuat belajar menjadi lebih menarik dan relevan bagi mereka.
- Meningkatkan Keterlibatan Orang Tua:
- Keterlibatan orang tua dalam proses belajar siswa dapat meningkatkan motivasi dan prestasi akademik mereka. Ini bisa dilakukan melalui komunikasi yang baik dan dukungan emosional.
- Menggunakan Teknik Manajemen Waktu yang Efektif:
- Membantu siswa mengembangkan keterampilan manajemen waktu yang baik dapat meningkatkan produktivitas dan motivasi mereka dalam belajar.
- Mendorong Kegiatan Ekstrakurikuler:
- Kegiatan ekstrakurikuler di dalam sekolah maupun di luar sekolah yang salah satunya ialah dapat menambah waktu belajar dengan fleksibel dan ingin mendalami, memecahkan persoalan, serta mengerjakan apa yang disulitinya dengan ikut bimbel seperti les privat cendikia yang sudah terpercaya, dengan kebijakan demikian dapat membantu siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi dalam belajar.
Ya, itulah sedikit ulasan tentang apa itu motivasi, penyebab hilangnya motivasi, dan pengenalan macam-macam motivasi. Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa motivasi itu juga cukup penting dalam meraih kesuksesan akademik seorang anak. Tentu dengan kita mengetahui atau dapat mengidentifikasi bagaimana naik turunnya motivasi si anak, kita dapat melakukan usaha-usaha bijaksana yang bisa mengembalikan motivasi tersebut pada jalurnya. Dalam mengendalikan motivasi tersebut, sobat cendikia atau para orang tua, dapat dilakukan di rumah, karena bapak-ibu yang setiap harinya tahu bagaimana perkembangan si anak. Namun jika hal tersebut tidak sempat dilakukan, maka tidak perlu khawatir, para pengajar cendikia siap untuk menjadi partner terbaik dalam menjaga konsistensi motivasi anak-anak untuk mendapatkan prestasi akademik yang ingin diraih.
Nah, jadi penjelasan diatas membahas mengenai motivasi pada anak dalam meraih prestasi, dalam belajar pun memerlukan motivasi agar anak bisa meraih prestasinya, dengan lembaga privat cendikia memberikan tutor yang bisa mendampingi anak untuk meraih prestasi terbaiknya. bisa hubungi LBB Cendikia Malang Raya atau klik disini.