LBB Cendikia – Langkah Mengembangkan Minat Bakat Anak

Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relative pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Sedangkan minat menurut Hilgar dan Slameto adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatikan dan memfokuskan diri pada sesuatu yang diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas. Keberadaan minat merupakan faktor utama bagi pengembangan bakat, karena tanpa minat bakat tidak akan berdayaguna. Mengembangkan bakat minat anak sejak usia dini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk mengarahkannya secara tepat dan sesuai usia.

5 Tahapan Mengembangkan Bakat dan Minat Anak

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan 5 tahapan bagaimana mengembangkan minat dan bakat anak sejak dini, sebagai berikut: 

1. Memberikan Stimulus

Memberikan rangsangan pada anak agar bisa lebih bereksplorasi terhadap diri dan lingkungan. Orang tua dapat memulai dengan memberi kesempatan pada anak mengenal berbagai macam bentuk kegiatan, olahraga, hobi, musik, atau berbagai jenis pekerjaan di sekelilingnya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pendekatan ringan dan menyenangkan sesuai usia anak. Sebagai contoh, orang tua dapat mengajak anak ke lapangan untuk melihat berbagai macam jenis olahraga, menghadiri pertunjukan musik ramah anak, menyaksikan pentas-pentas kesenian atau dengan berjalan-jalan di taman bermain. Melalui stimulan ini, orangtua dapat mendeteksi apa yang menjadi minat dan bakat anak.

2. Mengamati Tingkah Laku

Pada tahap ini, orangtua mulai mengobservasi jenis kegiatan apa yang membuat anak merasa senang dan ingin melakukannnya berulangkali. Sebagai contoh, setelah beberapa kali diajak melihat pertunjukkan musik, anak merasa tertarik dengan salah satu alat musik yang digunakan dalam pertunjukkan, maka orangtua dapat mengajak anak lebih mengenal alat musik yang menarik perhatiannya.

3. Perhatikan Kecerdasan

Setiap anak mempunyai kecerdasan dan bakat masing-masing. Setidaknya ada 9 jenis kecerdasan yang dimiliki anak, yaitu kecerdasan bahasa, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan ekstensial. Sembilan kecerdasan ini sering disebut sebagai kecerdasan majemuk (multiple intelligence) hasil penelitian Dr Howard Gardner, Harvard University. Teori ini dapat digunakan sebagai bahan acuan orangtua dalam menggali minat dan bakat anak. Bisa saja seorang anak tidak cakap dalam berhitung tapi sangat lincah dalam gerak dan olah tubuhnya, sehingga ia sangat berbakat di kegiatan olahraga seperti senam (gymnastic).

4. Beri Ruang Eksplorasi

Ketika orangtua sudah mengetahui bakat dan minat anak, maka langkah selanjutnya  memberikan ruang tepat agar bisa mengekspresikan kemampuan. Mendekatkan anak dengan orang yang ahli dengan aktivitas yang ia sukai, bergabung dengan perkumpulan yang sesuai bakat dan minat anak adalah salah satu cara memberikan ruang gerak aktif bagi mereka. Selain itu, eksplorasi bakat dan minat anak juga bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai perlombaan sesuai bakat dan minatnya sehingga anak akan semakin percaya dengan diri.

5. Mengembangkan Bakat Minat dengan Memberi Dukungan Positif pada Anak

Hargai setiap usaha yang telah dilakukan anak. Keluarga dan lingkungan (teman, guru, tetangga) berperan besar dalam pemupukan minat dan bakat anak sejak dini. Dibutuhkan dukungan positif agar anak dapat mengembangkan bakat dan minatnya secara optimal. Bentuk dukungan bukan hanya secara materi namun terlebih perhatian dan waktu. Pujian atau apresiasi sederhana dapat memberikan dampak besar dalam mendukung anak mengembangkan minat dan bakatnya.

Oleh sebab itu, jadilah orang tua yang aktif dalam mendukung bakat dan minat anak serta tidak memaksakan kehendak jika memang anak tidak suka. Dukungan ini bukan hanya materi tetapi juga memberikan pujian sederhana agar anak merasa dihargai dan didukung.

Sumber: Buku Menumbuhkankembangkan minat anak sejak dini oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan