LBB Cendikia – Pendidikan Anak Dalam Keluarga di Era Covid-19

Pendidikan pertama pada anak tumbuh dari lingkungan keluarga, sehingga anak pertama kali mendapatkan bimbingan serta pendidikan bukan dari lingkungan sekolah melainkan dari lingkungan keluarga. Keluarga memiliki tugas utama untuk pendidikan anak, yaitu sebagai acuan dasar mengenai pendidikan keagamaan, nilai budaya, serta nilai moral sebagai modal dalam bersosialisasi dalam lingkungan masyarakat (Supriyono dkk., 2015). Pendidikan dalam lingkungan keluarga menjadikan orang tua sebagai pendidik utama pada anak, menjadi salah satu proses dalam pendidikan informal. Setiap keluarga memiliki strategi yang berbeda dalam mendidik anak, disebabkan oleh input yang berbeda sehingga memiliki proses dengan menghasilkan output yang berbeda.

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman orang tua tentang kedudukan keluarga dan tanggung jawab mengenai pendidikan anak disebabkan oleh kurangnya inisiatif orang tua untuk belajar guna mendukung pendidikan anak dalam keluarga. Tanpa orang tua sadari sesungguhnya keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan dan pendidikan anak. Era digital mempermudah orang tua untuk mencari informasi yang valid dan berasal dari sumber-sumber yang terpercaya. Fungsi edukatif orang tua penting dalam proses membimbing dan mendidik anak. Merealisasikan fungsi edukatif dilakukan orang tua dengan cara memahami pola yang harus diberikan supaya pengetahuan yang diberikan kepada anak lebih bersifat terarah. Menjadi contoh yang baik merupakan metode terbaik dalam mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak saat pandemi berlangsung. Anak memiliki kebiasaan yang dicontohkan dari kebiasaan orang tua atau keluarga yang tinggal bersama dalam satu rumah. Anak akan menirukan perilaku keluarganya yang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan pembelajaran pada anak sebaiknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut (Erzad, 2018):

  1. Belajar harus menantang pemahaman anak;
  2. Memulai proses belajar mengajar dari pengetahuan yang dimiliki anak; 
  3. Menggunakan alam sebagai sarana belajar mengajar;
  4. Belajar dilakukan sambil bermain;
  5. Belajar membekali keterampilan hidup;
  6. Proses belajar mengajar dilakukan melalui pengetahuan sensorik dan indrawi;
  7. Belajar sambil memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan

Pandemi coronavirus disease atau covid-19 menyebabkan proses belajar siswa mengalami perubahan dari sebelumnya. Sebelum pandemi berlangsung kegiatan belajar siswa berpusat pada guru sebagai edukator melalui kegiatan bermain sambil belajar yang dilaksanakan di lembaga sekolah, akan tetapi saat ini proses belajar berpusat kepada orang tua sebagai pendidik utama. Belajar dari rumah memberikan peluang kepada anak usia dini untuk belajar dari pengalaman orang tua. Orang tua perlu memberikan waktu kepada anak untuk bermain serta tidak memaksakan anak untuk belajar setiap pagi, siang, dan sore. Tetapi orang tua memberikan stimulus kepada anak untuk menumbuhkan motivasi belajar pada diri anak.

Anak usia dini mudah merasa bosan jika belajar di rumah. Adanya pandemi ini, berdampak terhadap larangan untuk berkerumun sebagai akibat dari coronavirus disease atau covid-19. Suasana belajar yang nyaman ditumbuhkan oleh kondisi lingkungan sekitar dan orang-orang disekitar tempat belajar. Orang tua memiliki hak untuk memberikan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar pada diri anak. Berdasarkan prinsip pendidikan anak usia dini, sebaiknya orang tua melaksanakan pembelajaran dengan cara bermain sambil belajar. Orang tua dituntut untuk kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak merasakan kenyamanan dalam proses belajar.

Kenyamanan belajar pada anak usia dini dapat dimulai dengan menyediakan fasilitas belajar yang memadai, pendampingan orang tua dalam proses mengerjakan tugas, dan pemberian rewards kepada anak saat selesai mengerjakan tugas. Ketiga hal tersebut sudah terlaksana jika orang tua memberikan fasilitas belajar sesuai dengan kebutuhan anak, memberikan pendampingan saat pengerjaan tugas, serta memberikan pujian ketika selesai mengerjakan tugas. Orang tua perlu memberikan stimulus pada anak sehingga tidak banyak drama yang berakibat anak mogok belajar. Oleh sebab itu, pelaksanaan pendidikan anak dalam keluarga sepenuhnya harus memperhatikan prinsip belajar anak usia dini dan menciptakan kenyamanan belajar pada anak. Hal ini dapat diwujudkan dengan pemberian fasilitas belajar yang memadai, pendampingan dalam pengerjaan tugas, pemberian rewards dan lain-lain. Kesuksesan cara-cara ini dapat dilihat dari antusias anak dalam proses belajar.

Baca juga: Melatih Puasa Dapat Meningkatkan Kecerdasan Anak

Sumber: Jurnal Wahyu Trisnawati dan Sugito dengan judul Pendidikan Anak dalam Keluarga Era Covid-19 Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, volume 5 (1) 2021 halaman 823-831