Layanan Les bahasa inggris anak di Surabaya menggunakan 3 pendekatan yang populer menurut para ilmuwan. berikut, 3 pendekatan mengenalkan bahasa inggris pada anak di LBB Cendikia

3 pendekatan untuk Mengenalkan Bahasa Ingris untuk anak di Surabaya

Penelitian di bidang pemerolehan bahasa (Postovsky 1974; Winitz 1981; Krashen & Terrell 1983) mengungkap bahwa pembelajaran bahasa asing memiliki persamaan yaitu serupa dengan pemerolehan bahasa pertama.

Pentingnya Belajar Bahasa sejak dini.. (Baca selengkapnya)…

Anak Les Bahasa Inggris dengan metode menggambar

Pendekatan Comprehension-Based

Karakteristik pendekatan Comprehension-Based memperlihatkan perbedaan maupun persamaan pendekatan ini dengan pendekatan lainnya dalam pengajaran bahasa Inggris.

Dalam pendekatan ini kemampuan menyimak mendapatkan prioritas dalam metode ini, dan bisa memiliki arti bahwa kemampuan menyimak sebagai kemampuan dasar bagi kemampuan berbahasa lainnya, yaitu berbicara, membaca, dan menulis (Celce-Murcia 2000:8). Dengan demikian pendekatan ini berguna untuk mengenalkan bahasa Inggris kepada anak usia dini.

Daftar TOEFLE Resmi iBT

Pendekatan komunikatif

Selain pendekatan Comprehension-Based, pendekatan komunikatif juga sangat populer dalam pengajaran bahasa Inggris di Indonesia, agar anak mampu menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Tujuan utama pengajaran bahasa adalah kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa yang kita pelajari. Pengajaran bahasa perlu melibatkan unsur semantik dan fungsi sosial bahasa, bukan hanya struktur linguistik

Bermain peran dalam drama atau dialog tertentu akan membiasakan anak menggunakan bahasa target dalam konteks yang berbbeda-beda. Kegiatan dan materi belajar hendaknya sesuai dengan kenyataan, bukan rekayasa, untuk merefleksikan situasi dan tuntutan kehidupan. Guru berperan sebagai fasilitator komunikasi dan sewaktu-waktu mengoreksi kesalahan. Guru selayaknya mampu
menggunakan bahasa target dengan baik

Pendekatan komunikatif sesuai dengan namanya, mendasari pengajaran bahasa yang menekankan pada penggunaan bahasa secara lisan maupun tulisan untuk berkomunikasi. Namun pendekatan ini lebih menekankan pada bentuk latihan bermakna, bukan rekayasa, dan tidak seperti latihan-latihan yang hanya berupa pengulangan.

Pendekatan Total Physical Response (TPR)

Selain pendekatan Comprehension-Based dan pendekatan Komunikatif, pendekatan yang lebih sesuai lagi bagi pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini adalah pendekatan Total Physical Response (TPR) oleh James Asher pada tahun 1977. Pendekatan ini melibatkan kegiatan anak secara fifik sebagai tanggapan terhadap instruksi ataupun sesuatu yang sedang mempelajari.

Dalam mengenalkan bahasa Inggris kepada anak melalui pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini, penerapan songs, chants and rhymes (lagu dan nyanyian) dapat digunakan. Istilah song sering memiliki arti sebagai lagu atau nyanyian. Sedangkan chant dapat memiliki arti yel-yel yang dapat menambah semangat.

Ingin Mendaftar untuk Les SD ?


Rhyme dapat berarti nyanyian dengan rima tertentu, biasanya memiliki bunyi akhir yang sama pada beberapa ataupun setiap barisnya. Chant dan rhyme dapat tertuang dalam puisi. Lagu dan nyanyian adalah kegiatan yang sangat bermanfaat dan efektif untuk pembelajaran bahasa bagi anak usia dini. Pada pembelajaran bahasa, kegiatan ini sangat bermanfaat terutama bagi anak yang belum mampu memproduksi bahasa.

Kegiatan bernyanyi dapat meningkatkan perkembangan bahasa dan perkembangan fisik motorik, terutama jika kegiatan tersebut terintegrasi dengan musik dan gerakan (dance). Kegiatan bernyanyi dapat memfasilitasi anak dengan gaya belajar yang berbeda; seperti visual, auditory dan kinaesthetic (Linse, 2005).

Mencari les privat bahasa inggris untu anak di surabaya ? Yuk hubungi LBB Cendikia

Info terkini

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH