LBB Cendikia – Tentang Digital Parenting

Apakah Ayah Bunda termasuk orangtua yang juga mengalami kesulitan dalam mengarahkan anak-anak menjalani sekolah daring dari rumah?. Atau mungkin Ayah Bunda sangat berharap agar sekolah tatap muka segera dilakukan sehingga tidak perlu susah-susah mempelajari teknologi digital untuk sekolah daring anak?. Memang benar situasi pandemi ini banyak memberikan kesulitan bagi Ayah Bunda semua, Namun Ayah Bunda juga dituntut tetap bijaksana dalam menghadapi situasi ini agar bisa tetap memberikan pengasuhan yang terbaik untuk anak-anak. Ayah Bunda harus bisa beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini. Mempelajari digital parenting menjadi satu hal yang wajib dikuasai orangtua.

Apa itu Digital Parenting?

Digital Parenting adalah model pola pengasuhan anak yang disesuaikan dengan kebiasaan anak dalam menggunakan teknologi dan informasi atau perangkat digital dalam kesehariannya. Menguasai Digital parenting menjadi keharusan bagi Ayah Bunda dimana saat ini mayoritas anak-anak telah menjadi pengguna internet dan gadget. Belum lagi saat situasi pandemi saat ini, kegiatan sekolah pun dilakukan secara daring sehingga membuat anak-anak sering bersentuhan dengan gadget. Tak jarang para orangtua tidak melakukan kontrol dalam penggunaannya sehingga membuat anak-anak bisa mengakses berbagai informasi secara bebas. Tentunya yang paling ditakutkan jikalau anak-anak kecanduan mengakses informasi negatif, berbau pornografi ataupun ajakan tindakan amoral lainnya. Prinsip dari digital parenting ialah memberikan tanaman etis dan sikap yang bijak saat menggunakan internet ataupun teknologi digital agar tidak berdampak buruk pada anak-anak.

Tips untuk Menguasainya

Mungkin disini Ayah Bunda masih merasa enggan untuk mempelajari digital parenting. Namun, rasa enggan itu baiknya segera ditinggalkan ya, karena menguasa digital parenting tidak sulit sebenarnya. Berikut beberapa tips untuk bisa menguasai digital parenting yang diberikan oleh salah satu Anggota ICT Watch, Indriyanto Banyumurti, sebagai berikut;

  1. Pertama. Jalinlah komunikasi terbuka dengan anak-anak. Menjalin komunikasi secara intens dan terbuka merupakan hal yang fundamental untuk mengetahui hal-hal yang diinginkan anak. Dengan mengetahui keinginan mereka dan bahkan kesulitan-kesulitan mereka akan mempermdah Ayah Bunda untuk membantu menyelesaikannya. Dan dengan jalinan komunikasi yang baik, kegiatan pengasuhan dan pengarahan pada anak bisa berjalan baik juga.
  2. Kedua. Ayah Bunda harus mau belajar tentang teknologi digital agar bisa melakukan pengarahan yang tepat terhadap anak. Dengan wawasan digital yang cukup, Ayah Bunda bisa mengarahkan anak-anak untuk menggunakan berbagai fitur digital secara tepat. Ayah Bunda bisa sharing dengan komunitas atau kerabat yang sudah menguasai teknologi digital untuk menambah wawasan digital.
  3. Ketiga. Ayah Bunda harus bisa membuat aturan yang disepakati bersama dengan anak-anak. Bicarakan terbuka setiap aturan yang Ayah Bunda buat dan mereka setuju terhadap aturan tersebut. Contohnya, dalam penggunaan gadget atau handphone untuk keperluan diluar sekolah daring harus dilakukan saat hari libur atau hanya 1 jam sehari. Nah, yang terpenting Ayah Bunda juga harus konsisten dalam menerapkan aturan yang disepakati.
  4. Keempat. Ayah Bunda harus mampu menjadikan teknologi sebagai tempat bermain bersama anak dan orang tua. Hal ini penting dikarenakan anak-anak juga harus merasakan bahwa orangtua juga sudah bisa masuk dalam dunia digital mereka. Dengan demikian orangtua tidak terlihat telat teknologi dibandingkan anak-anak. Ayah Bunda pun bisa mengarahkan anak-anak tetap bisa bergaul dengan teman-temannya lewat virtual. Orangtua bisa mendampingi saat mereka berkomunikasi virtual bahkan bisa saling sapa dengan orangtua dari teman-temannya.

Itulah informasi terkait pentingnya digital parenting dan beberapa tips untuk menguasainya dari kami. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat untuk Ayah Bunda dan semoga ana-anak Ayah Bunda kedepan bisa menjadi generasi terbaik untuk Bangsa dan Negara.