Kenali tipe-tipe gaya belajar anak – LBB Cendikia

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang gaya belajar anak, maka terlebih dahulu kita pahami apa itu belajar. Belajar adalah suatu proses. Artinya kegiatan belajar terjadi secara dinamis dan terus menerus yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam diri anak. Perubahan yang dimaksud dapat berupa pengetahuan (knowledge) atau perilaku (behavior). Dua anak yang tumbuh dalam kondisi dan lingkungan yang sama dan meskipun mendapat perlakuan yang sama, belum tentu akan memiliki pemahaman, pemikiran dan pandangan yang sama terhadap dunia sekitarnya. Masing-masing memiliki cara pandang sendiri terhadap setiap peristiwa yang dilihat dan dialaminya. Cara pandang inilah yang kita kenal sebagai “Gaya Belajar”

Apa itu Gaya Belajar Anak?

Belajar dapat diartikan sebagai proses bagaimana seseorang menerima informasi dari dunia dan bagaimana seseorang memproses dan menggunakan informasi tersebut. Mengingat setiap individu memiliki keunikan tersendiri dan tidak pernah ada dua orang yang memiliki pengalaman hidup yang sama persis, hampir dipastikan bahwa “Gaya Belajar” masing-masing orang berbeda satu dengan yang lain. Namun, di tengah segala keragaman “Gaya Belajar” tersebut, banyak ahli mencoba menggunakan klasifikasi atau pengelompokan “Gaya Belajar” untuk memudahkan kita semua, khususnya para guru, dalam menjalankan tugas pendidikan dengan lebih strategis.

Selain itu juga gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, yang dipakai sebagai indikator siswa atau anak bertindak atau bereaksi terhadap lingkungan belajarnnya. Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai anak. Pada umumnya, gaya belajar seorang anak berasal dari variabel kepribadian, termasuk susunan kognitif dan psikologis latar belakang sosio kultural, dan pengalaman pendidikan. Keanekaragaman Gaya belajar perlu diketahui untuk memudahkan bagi anak untuk belajar maupun orang tua atau pengajar dalam proses pembelajaran. Seorang anak atau siswa akan dapat belajar dengan baik dan hasil belajarnya baik, apabila ia mengerti gaya belajarnya. Hal tersebut memudahkan orang tua atau pengajar agar dapat menerapkan pembelajaran dengan mudah dan tepat.

Gaya belajar setiap orang dipengaruhi oleh faktor alamiah (pembawaan) dan faktor lingkungan . Jadi ada hal-hal tertentu yang tidak dapat diubah dalam diri seseorang bahkan dengan latihan sekalipun. Tetapi ada juga hal-hal yang dapat dilatihkan dan disesuaikan dengan lingkungan yang terkadang justru tidak dapat diubah. Mengenali gaya belajar sendiri, belum tentu membuat kita menjadi lebih pandai. Tapi dengan mengenali gaya belajar, kita akan dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Seseorang akan tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan belajar secara maksimal, sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat optimal.

Tipe-tipe Gaya Belajar Anak

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lynn O‟Brien, gaya belajar anak dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu visual, auditorial, dan haptik atau kinestetik.

1. Visual

Setiap anak memiliki potensi visual sebagai kemampuan untuk melihat dan mengamati suatu benda sehingga memperoleh informasi tentang benda tersebut. Kemampuan visual yang dimiliki anak meliputi: visual attention, visual recognition, visual spatial, visual for action, action for visual, dan visual imajinasi. Visual attention adalah kemampuan mata mengamati sesuatu. Dan visual recognition merupakan kemampuan untuk mengenali bentuk, warna dan jumlah. Visual spatial adalah kemampuan vital yaitu kemampuan mata mengingat letak suatu benda atau terhadap lainya (anggota tubuh). Sedangkan, Visual for action berupa kemampuan mata untuk melihat benda yang bergerak dan action for visual adalah kemampuan mata untuk mengikuti benda yang bergerak. Anak dengan gaya belajarnya bersifat visual, memanfaatkan potensi visual tersebut secara maksimal dalam kegiatan belajarnya.

Pada saat anak bermain matanya lebih banyak dimanfaatkan untuk mengamati benda, gambar atau simbol yang ada di sekitarnya sehingga ia lebih mudah memperoleh informasi dari hasil pengamatannya tersebut. Anak yang bergaya belajar visual akan lebih cepat mengerti jika dapat melihat langsung benda yang dijelaskan oleh guru, ataupun gambar-gambar serta dengan cara membaca. Selain itu, secara visual akan sangat mudah diperkenalkan sesuatu melalui simbol atau gambar-gambar.

Anak dengan gaya belajar visual mudah diketahui dengan ciri-ciri senang mengamati sesuatu, berminat terhadap gambar dan simbol. Jika anak anda memiliki ciri tersebut maka dapat memilih strategi pembelajaran yang mengundang perhatian anak melalui gambar-gambar atau simbol yang menarik, sehingga anak dengan mudah mengenal dan mengingat sesuatu berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan. Berikut ini strategi yang dapat dilakukan orang tua dengan seorang anak dengan gaya belajar visual. Siapkanlah gambar-gambar seri yang menarik untuk mintalah anak untuk mengamati lalu menceritakan gambar yang telah diamati. Untuk mengajarkan anak pengenalan konsep bilangan, anda dapat menggunakan simbol-simbol yang menarik yang menggambarkan keterkaitannya dengan bilangan, mintalalah anak untuk mengamati sehingga anak mampu mengenal dan mengingat bilangan-bilangan yang dimaksud. Demikian pula terhadap kegiatan membaca permulaan, siapkan gambar dan simbol yang melambangkan huruf atau kata yang dihadapi anak, sehinga anak lebih mudah mengenal huruf dari kata yang telah dikenalnya.

2. Auditorial

Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar pada anak, dimana anak lebih senang belajar dengan mendengar suara atau musik. Pada anak dengan gaya belajar ini, sangat aktif dan mudah memperoleh informasi melalui indra pendengarannya. Jika guru melihat ciri tersebut pada anak, maka anak dapat diajak belajar dengan cara bernyanyi atau mendengarkan musik yang berkaitan dengan tema. Oleh sebab itu anda diharapkan lebih kreatif untuk menciptakan lagu atau mampu memilih lagu yang menarik bagi anak yang berhubungan dengan tema pembelajaran.

3. Kinestetik

Anak yang memiliki gaya belajar kinestetik, akan belajar secara optimal dengan cara menyentuh, membongkar-pasang dan melakukan sendiri (Learning by doing). Sebagai orang tua anda hendaknya mengenal putra putri anda yang memiliki gaya belajar seperti ini. Sebenarnya sebagian besar anak memiliki gaya belajar seperti ini. Oleh sebab itu orang tua atau pengajar harus mampu melibatkan anak didiknya semaksimal mungkin dalam kegiatan pembelajaran. Anak yang bertipe kinestetik adalah anak yang indra perabanya sangat peka.

Ciri yang nampak pada anak yang gaya belajarnya bersifat kinestetik adalah perilaku anak yang selalu ingin mencoba sesuatu. Anak ini cenderung kelihatan agresif, dan senantiasa membongkar mainan yang dimilikinya. Bila melihat mainan, anak tersebut tidak tahan hanya dengan memandang atau mengamatinya saja, akan tetapi akan segera membongkar mainan tersebut seperti mencari sesuatu. Kemudian berusaha memasang kembali. Anak demikian juga senantiasa bergerak untuk menjangkau sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia tidak bisa diam hanya memandang mainan tersebut. Orang tua yang menemukan anak dengan gaya belajar kinestetik hendaknya dapat memilih teknik untuk dapat mengoptimalkan kemampuan anak didiknya. Hendaknya menyediakan alat bermain yang semakin merangsang anak untuk dapat melakukan kegiatan yang dapat membantu anak menemukan informasi melalui kegiatan langsung oleh anak. Misalnya menyiapkan berbagai macam puzzel sesuai dengan tema. Mengajak anak untuk bermain pembangunan, melakukan berbagai kegiatan eksperimen yang dapat melibatkan anak secara langsung.

4. Dan Gaya Belajar Campuran

Sebenarnya hampir semua anak memiliki gaya belajar campuran, sangat sedikit anak yang memiliki hanya satu gaya belajar. Gaya belajar campuran adalah gaya belajar dimana anak kadang bertipe auditorial sekaligus visual dan atau juga kinestetik, atau hanya kinestetik dan visual. Ketika anak melakukan kegiatan main, semua alat indra dan kinestetiknya akan dimanfaatkan secara maksimal. Itulah sebabnya bermain merupakan kegiatan yang paling tepat diberikan pada anak usia dini, karena di samping menyenangkan buat anak, juga akan memaksimalkan pengindraan dan kinestetik anak, sehingga mampu memberikan informasi pengetahuan sebanyak-banyaknya pada anak. Ketika anak bermain lompat tali maka otomatis kinestetiknya akan berkembang, anak juga akan mengamati bunyi yang ditimbulkan oleh lompatan kaki, anak akan berusaha menghitung berapa kali mereka melompat dan melihat/mengamati gerak tali atau kesalahan yang dilakukan temannya.

Kegiatan gerak, mendengar dan mengamati tersebut merupakan berbagai kegiatan belajar yang melibatkan seluruh alat indra anak. Berbagai informasi yang diperoleh mengenai gaya belajar ini memberikan sumbangan besar khususnya bagi Guru dalam menyajikan kegiatan pembelajaran misalnya mengenai alokasi waktu, pemilihan metode pembelajaran dan lain sebagainya.

Itulah beberapa informasi terkait tipe-tipe gaya belajar anak yang perlu dipahami. Semoga dengan pemahaman tersebut bisa membuat para pendidik termasuk orangtua mudah dalam memberikan pendampingan belajar anak. Disini, LBB Cendikia beserta seluruh pengajar didalamnya berkomitmen memberikan sistem pembelajarannya yang mampu memudahkan proses belajar anak didik.

Sumber : Pemahaman Gaya Belajar Pada Anaka Usia Dini oleh Retno Susilowati, STAIN Kudus, Jurnal Volume 1, Nomor 1, Juli-Desember 2013.