persiapan masuk kuliah

Banyak yang bilang kalau sistem belajar di perkuliahan berbeda dengan sistem belajar saat masih pelajar di SD, SMP maupun SMA. Mungkin kamu juga pernah mendapatkan informasi dari kakak kelas kalau kuliah itu jauh lebih sulit sehingga banyak yang tidak lulus tepat waktu atau bahkan tidak sanggup menuntaskan kuliahnya. Bagi kamu yang ingin berkuliah mungkin masih bingung mengenai apa saja yang harus dipersiapkan sebelum masuk dunia perkuliahan atau bahkan ketakutan sendiri. Jangan khawatir, artikel dibawah ini akan mengulas beberapa hal penting yang harus dilakukan dalam masa persiapan kuliah. Semoga kamu bisa masuk perguruan tinggi yang diinginkan, bisa berkuliah dengan lancar tanpa hambatan sehingga bisa lulus tepat waktu dan bisa berkarir di bidang yang diminati nantinya.

5 Hal Penting untuk Persiapan Kuliah atau Masuk Perguruan Tinggi

Sebenarnya banyak sekali yang harus dilakukan dalam masa persiapan kuliah, selain persiapan belajar agar bisa lulus UN dan juga Ujian SBMPTN. Kamu juga juga perlu mencari banyak informasi terkait pendidikan tinggi dan sistem belajarnya di Indonesia. Disini, kami paparkan beberapa persiapan penting yang perlu kamu lakukan agar bisa mendapatkan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhanmu dan tentunya memecahkan persoalanmu.

1. Yakinkan Diri untuk Mengambil Kuliah

Ada satu keraguan besar yang biasanya dialami teman-teman kelas XII yakni keputusan untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan ataukah tidaknya. Biasanya banyak yang merasa kurang percaya diri untuk melanjutkan perkuliahan dikarenakan adanya persepsi kalau kuliah hanya untuk siswa berprestasi atau dapat ranking kelas saja. Padahal persepsi itu salah besar, karena pada kenyataannya semua siswa bisa melanjutkan perkuliahan dengan syarat bisa lulus SMA dan lulus ujian masuk perguruan tinggi.

Nilai rapot sekolah dan ujian nasional bukanlah syarat utama agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Perguruan tinggi justru bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan bahkan membentuk keahlian peserta didiknya agar bisa sukses menghadapi lapangan karir dan profesi. Sehingga, disini kamu hanya butuh banyak waktu untuk belajar lagi serta konsisten dan tekun dalam menempuh sistem belajar diperkuliahan. Jika kamu memilih jenjang pendidikan S1 maka kamu harus belajar lagi selama 4 Tahun sesuai bidang ilmu yang di tekuni. Yakinkan diri bahwa kalian layak untuk melanjutkan kuliah dan terus berusaha agar bisa lulus tes ujian masuk perguruan tinggi.

2. Pilih Bidang Ilmu dan Program Studi

Setelah kamu meyakinkan diri bahwa kamu layak dan harus kuliah. Hal penting selanjutnya adalah memilih bidang ilmu yang akan diperdalam atau ditekuni dalam masa perkuliahan tersebut. Pemilihan bidang ilmu ini tentunya tidak mudah, kamu bisa berdiskusi dengan orangtua dan guru atau bahkan melakukan konsultasi minat dan bakat dengan pakarnya. Pemilihan bidang ilmu ini berkaitan dengan karir dan profesi yang nantinya kamu inginkan, sehingga keputusan dalam pemilihan bidang ilmu ini baiknya sangat dipertimbangkan secara matang. Misalnya, kamu ingin menjadi jurnalis maka kamu bisa memilih bidang ilmu komunikasi dan spesifiknya mengambil program studi jurnalistik.

3. Pilih Perguruan Tinggi yang Sesuai

Melanjutkan dari bidang ilmu yang dipilih, tentunya kamu harus mendapatkan berbagai alternatif perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi sesuai dengan bidang ilmu tersebut. Contohnya, jika kamu tadi ingin mengambil program studi jurnalistik, maka cari perguruan tinggi yang ada jurusan ilmu komunikasi dan tentunya membuka program studi jurnalistik atau peminatan jurnalistik. Dalam jurusan ilmu komunikasi bisa jadi ada banyak program studi atau peminatan seperti Public Relation (Humas), Periklanan, Jurnalistik, Penyiaran, Desain Komunikasi Visual, dan lainnya. Dalam memilih perguruan tinggi bisa jadi kamu perlu ada pertimbangan lain, misalnya biaya dan jarak atau bahkan tingkat persaingan untuk lulus ujian tes masuknya. Carilah perguruan tinggi yang sesuai kondisi dan tentunya sesuai kebutuhan kamu.

4. Siapkanlah Perencanaan Belajar Selama Kuliah

Kenapa perencanaan belajar itu penting?. Satu hal yang harus diketahui bahwa saat menjalani perkuliahan kamu dituntut untuk belajar mandiri. Sebagai mahasiswa nantinya kalian sudah dianggap bisa membuat perencanaan belajar secara mandiri. Kalian dituntut aktif untuk mencari buku referensi sendiri agar bisa memahami mata kuliah. Tak jarang mahasiswa dituntut aktif di kelas dan melakukan presentasi hasil belajar secara tiba-tiba. Dosen pun kadang tiba-tiba memberikan kuis atau latihan di kelas tanpa informasi sebelumnya, dan itu juga masuk penilaian. Sehingga, siapkan diri untuk membuat perencanaan belajar yang sesuai dengan karakter dan bidang ilmu yang kamu ambil. Kamu pun bisa mencari komunitas belajar ataupun kegiatan ekstra kampus yang mendukung bidang ilmu yang ditekuni nantinya.

5. Siapkanlah Sistem Motivasi atau Support System yang Kuat

Persoalan motivasi menjadi salah satu persoalan besar saat proses menjalani perkuliahan. Tak jarang mahasiswa mengurungkan niat untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, lulus mata kuliah tiap semester bahkan memutuskan tidak melanjutkan kuliah. Mungkin secara tidak sadar kalian merasa jenuh karena harus menambah waktu belajar selama 4 Tahun sebelum menempuh profesi. Untuk itu, sangat penting menjaga motivasi diri agar bisa tetap konsisten menjalankan proses belajar di perkuliahan, setidaknya kamu perlu terus mengingat komitmen awal memutuskan untuk berkuliah. Kamu perlu menciptakan support system yang kuat untuk menjaga dan meningkatkan terus motivasi studi di masa kuliah. Kamu bisa menjadikan orangtua, sahabat atau dosen sebagai support system. Dan tentunya kegiatan spiritual juga bisa kamu jadikan sebagai sistem motivasi dari dalam dirimu sendiri.

Selain 5 hal penting yang harus kamu lakukan dalam masa persiapan kuliah diatas, ada beberapa informasi penting yang perlu kamu ketahui tentang jenjang pendidikan tinggi dan bentuk pendidikan tinggi di Indonesia.

Ketahui Jenjang Pendidikan Tinggi di Indonesia

Ada 3 jenis jenjang pendidikan tinggi di Indonesia menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu;

1. Pendidikan Akademik

Dalam pendidikan Akademik, peserta didik atau mahasiswa akan diarahkan untuk menguasai disiplin ilmu tertentu saja. Ada program S1 (Strata 1), S2 (Strata 2), dan S3 (Strata 3). Semua peserta didik yang mampu menyelesaikan program pendidikan tersebut akan mendapatkan gelar berupa sarjana (S1), magister (S2, dan doktor (S3).

2. Pendidikan Profesi atau Kuliah Profesi

Dalam pendidikan profesi, peserta didik merupakan mahasiswa lulusan dari program sarjana (S1) terlebih dahulu. Pendidikan profesi ini sebagai syarat seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dengan telah memiliki keahlian khusus. Ada beberapa profesi yang mewajibkan persyaratan pendidikan profesi ini seperti profesi dokter, psikolog dan apoteker.

3. Pendidikan Vokasi

Dalam pendidikan vokasi, peserta didiknya bisa berasal dari lulusan siswa SMA/ Sederajat. Pendidikan vokasi ini memiliki tujuan untuk membentuk keahlian terapan tertentu pada mahasiswanya agar nantinya siap mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Hal ini berbeda dengan pendidikan akademik yang cenderung mengarahkan mahasiswa menguasai disiplin ilmu tertentu, sedangkan pendidikan vokasi mengarahkan mahasiswa mampu memiliki keahlian terapan agar siap bekerja langsung setelah lulus.

Ketahui Bentuk Pendidikan Tinggi di Indonesia

Ada 5 jenis bentuk pendidikan tinggi di Indonesia, antara lain;

1. Akademi

Perguruan Tinggi dengan bentuk Akademi menyelenggarakan pendidikan vokasi hanya dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni tertentu. Adapun contohnya seperti Akademi Keperawatan, Akademi Militer, Akademi Kebidanan, Akademi Kepolisian, Akademi Gizi, dan lainnya.

2. Politeknik

Perguruan Tinggi dengan bentuk Politeknik melakukan penyelenggaraan pendidikan vokasi dalam beberapa bidang pengetahuan khusus. Adapun contohnya seperti Politeknik Kesehatan atau Poltekes, Politeknik Elektronika, Politeknik Pelayaran, Politeknik Perkapalan, Politeknik manufaktur, Politeknik Keuangan Negara, dan lainnya.

3. Sekolah Tinggi

Berbeda dengan pendidikan Akademi dan Politeknik, Pendidikan Sekolah Tinggi boleh menyelenggaran pendidikan akademik dan/ atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Selain itu, juga bisa menyelenggarakan pendidikan profesi jikalau telah memenuhi persyaratan tertentu. Adapun contohnya seperti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Sekolah Tinggi Ilmu Agama, Sekolah Tinggi Pariwisata, Sekolah Tinggi Sandi Negara, Sekolah Tinggi Teknik Nuklir, dan lainnya.

4. Institut

Perguruan Tinggi berbentuk Institut mampu menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau pendidikan vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. Adapun contohnya seperti Institut Teknologi, Institut Seni, Institut Pertanian, Institut Informatika, Institut Teknologi Pembangunan dan lainnya. Jika telah memenuhi persyaratan tertentu, diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan profesi.

5. Universitas

Lebih lengkap dibandingkan bentuk pendidikan lainnya, perguruan tinggi berbentuk Universitas bisa menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau pendidikan vokasi dalam berbagai ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. Universitas merupakan perguruan tinggi yang menyediakan banyak sekali pilihan bidang pendidikan baik jenjang vokasi, pendidikan akademik (S1,S2, dan S3) hingga pendidikan profesi.

Ketahui Sistem Belajar di Masa Kuliah

Ada hal penting yang harus teman-teman pahami sebelum masuk perkuliahan yakni sistem belajarnya. Sistem belajar di perkuliahan merupakan salah satu yang paling membedakan dengan sistem belajar saat di jenjang SD, SMP dan SMA. Jika saat masih sekolah, kamu sering dituntun guru baik dalam belajar dan mengerjakan soal-soal latihan maka sangat berbeda saat berkuliah, kamu akan dituntut untuk belajar mandiri. Tak jarang dosen justru memberikan tugas mempelajari teori sendiri lalu mempresentasikan hasil pemahamannya di dalam kelas, dan tak jarang juga dituntut kreatif untuk menemukan pengetahuan baru dan mempraktekkan hasil belajarnya.

Sistem mata kuliahnya memiliki satuan kredit semester (SKS) dan biasanya untuk jenjang pendidikan S1 harus lulus minimal sejumlah 144 SKS. Maksud sistem SKS disini yakni mahasiswa punya waktu 1 jam tatap muka di kelas, 1 jam tugas terstruktur dan 1 jam belajar mandiri. Selain kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, mahasiswa juga bisa ikut organisasi mahasiswa baik didalam kampus maupun diluar kampus. Kegiatan diluar kelas tersebut juga akan mendapatkan poin SKP (Sistem Kredit Prestasi) sebagai syarat kelulusan. Kegiatan diluar kelas tersebut ditargetkan bisa membentuk soft skills mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan di bidang ilmu saja tetapi juga moralitas yang bagus seperti kemampuan kerja keras, etis, komunikatif, kreatif, inisiatif, kerjasama, berorganisasi dan selainnya.

Sudah Berapa Persen Persiapan Kuliah Kalian?

Setelah membaca artikel ini, mungkin kamu berpikir bahwa banyak sekali yang harus dilakukan dalam persiapan kuliah. Namun, kamu jangan khawatir, jika kamu sudah memiliki kebulatan tekad untuk berkuliah dengan menuntut ilmu lebih tinggi dan mendapatkan kemampuan di bidang tertentu sehingga siap berkarir dan berkarya maka keberhasilan akan menyertai. Persiapkan diri kalian sejak sekarang. Ayo, persiapkan diri kamu dengan mengikuti kegiatan les tambahan atau bimbingan belajar privat agar hasil belajar lebih optimal dan lulus tes masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan. Semoga persiapan kuliah kamu sudah matang ya, Salam Sukses!

Jika mau berlatih soal-soal ujian dan tes masuk perguruan tinggi, kamu bisa ikut program bimbingan belajar di LBB Cendikia. Kamu bisa dapatkan gratis soal-soal untuk latihan ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi loh. Yuk bergabung segera!

Sumber referensi:

https://www.kopertis7.go.id/uploadperaturan/1.%20UU%2020%202003%20Sistem%20pendidikan%20nasional.pdf