LBB Cendikia – Manfaat Melatih Puasa Anak

Mungkin banyak orangtua yang masih belum berani mengenalkan puasa pada anak-anaknya. Atau sebaliknya sudah banyak orangtua yang mengenalkan puasa pada anak sedini mungkin. Namun, banyak para orangtua mungkin belum tahu bahwa melatih anak puasa dapat meningkatkan kecerdasan anak. Berikut ulasan artikel terkait manfaat puasa untuk meningkatkan kecerdasan anak.

Sebuah Riset tentang Puasa Anak

Organisasi Living Muslim mengumpulkan beberapa anak-anak muslim Australia, baik laki-laki maupun perempuan, agar mereka berbagi cerita tentang bagaimana rasanya berpuasa di bulan Ramadan.

Ada yang menjadi gemar pergi ke masjid sebab tempatnya dingin, nyaman, banyak teman, sehingga mereka merasa damai dan terlindungi. Ada juga yang meningkatkan kegiatan ibadahnya. Sungguh vibes Ramadhan yang sangat hidup. Terasa sangat hikmat dan penuh kebahagiaan di bulan Ramadhan. Sebagian besar merasakan nyaman dan senang sebab memiliki waktu berkumpul yang lebih banyak bersama anggota keluarga lain, baik saat sahur maupun berbuka. Menu di bulan Ramadan enak-enak, sebab orangtua mereka berusaha ekstra agar si anak semangat berpuasa.

Sayang, tak semua anak di dunia mengalami pengalaman sama dengan mereka dalam melewati bulan Ramadhan. Living Muslim kemudian menunjukkan video yang berisi kumpulan testimoni anak-anak Suriah, yang tengah dikoyak konflik selama 4 tahun ini, tentang bagaimana mereka menjalani puasa Ramadan. Yang terlontar dari mereka rata-rata kisah sedih, bagaimana Ramadan kali ini tak seaman dan senyaman tahun-tahun sebelumnya.

Dalam satu adegan, ada seorang bocah Suriah yang ditanyai apa maunya. Ia menjawab “Aku mau roti,” sebab sudah lama tak makan makanan yang layak. Ia dan keluarganya terpaksa makan rumput. Kondisi serupa juga dialami oleh warga lain yang masih bertahan di rumah-rumahnya, di area di mana rumah tetangga sudah hancur akibat roket dan bom. Sementara itu, warga lain yang tak tahan akhirnya memutuskan pergi mencari suaka.

Respons anak-anak muslim Australia, di luar dugaan, menunjukkan rasa empati yang dalam. Seorang anak berkata bahwa seseorang berpuasa agar bisa turut merasakan penderitaan orang miskin yang tak sanggup membeli makanan. Anak lain mengkritik orang-orang yang mudah membuang makanan sisa, terlalu menuhankan uang, padahal ada anak di belahan bumi lain yang sekarat akibat perang.

Bahkan ada yang tak sanggup melanjutkan harapannya karena terisak, tak kuasa menahan tangis atas penderitaan teman jauhnya di Suriah sana. Seorang anak lain mengucap janji jika ia memiliki uang lima juta dolar, ia akan segera menyumbangkannya untuk si anak pemakan rumput itu. Ia, katanya, akan menyumbangkan semuanya, tanpa perlu menyisakan satu sen pun.

Melatih Puasa Meningkatkan Kecerdasan Anak

Simulasi yang dikerjakan Living Muslim tersebut adalah salah satu upaya untuk mengukur seberapa besar rasa empati sebagai bagian dari kecerdasan emosional (emotional quotient/EQ) digerakkan oleh puasa. Ibadah kerap dipandang orang awam sebagai ibadah wajib dengan cara menahan lapar dan haus dari Subuh hingga Magrib, tapi sesungguhnya ada makna mendalam terkait relasi sosial yang banyak diingatkan oleh para ulama.

Apakah hubungan antara puasa dan EQ juga ada hubungan saling mempengaruhi alias tervalidasi dalam sains?

Dr. Masod Nikfarjam dan dua rekannya di Shahrekord University of Science, Iran, pada dua tahun lalu menerbitkan hasil risetnya di National Journal of Laboratory. Tema besarnya bertujuan untuk menjawab pertanyaan di atas: apakah puasa Ramadan selama satu bulan penuh bisa meningkatkan kecerdasan emosional seseorang?

Dr. Masod membagi penilaian EQ menjadi 15 kategori yakni pemecahan masalah, kebahagiaan, kemandirian, toleransi stres, identifikasi diri sendiri, kesadaran diri, kesadaran akan dunia sekitar, hubungan antarpersonal, optimisme, harga diri, kontrol impuls, fleksibilitas, tanggung jawab, empati, dan ketegasan. Berdasarkan ke-15 indikator ini, para responden dinilai skornya dari waktu sebelum puasa, setelah berpuasa satu bulan, dan setelah satu bulan usai Ramadan.

Hasilnya menunjukkan peningkatan skor di hampir seluruh kategori. Kesimpulannya, puasa Ramadan memang bisa meningkatkan kecerdasan emosional seseorang. Salah satu kategori dengan skor mean yang tertinggi adalah empati, yang sebelum puasa hanya berkisar di angka 4,78 tapi usai puasa sebulan penuh meroket hingga 24,41. Beberapa kategori dengan kenaikan cukup drastis adalah tanggung jawaban, kontrol impuls, dan identifikasi diri.

Untuk menyiasatinya, orangtua yang ingin anaknya punya EQ berkualitas bisa mengajarkan berpuasa. Moh. Soleh, akademisi UIN Sunan Ampel, Surabaya, pernah mempublikasikan riset yang mendukung hipotesis tersebut di Jurnal Folia Medica Indonesiana. Puasa, tulis Moh. Soleh, memang benar-benar bisa dipakai untuk meningkatkan EQ anak. Hasil ini ia dapat setelah menganalisis hasil kuisioner kelompok responden pelaksana puasa dan yang tidak.

Psikolog Kota Medan Irna Manauli bersepakat bahwa membiasakan puasa sejak dini akan membuat anak-anak cerdas di tataran emosi. Kepada Antara ia menjelaskan pengaruh ini sebab anak yang berpuasa diuji kesabarannya, sehingga dilatih juga emosinya. Efek samping positif lainnya, kemampuan si anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, terutama dengan teman-teman sebayanya, juga akan meningkat.

Beberapa Manfaat Mengenalkan Puasa pada Anak

Tidak hanya itu bunda, Laman Sahabat Keluarga Kemendikbud menjelaskan setidaknya ada beberapa manfaat mengenalkan manfaat puasa pada anak:

1. Kembangkan Kecerdasan Spiritual

Anak sejak dini dilatih melaksanakan ibada puasa akan menambah keimanannya kepada Tuhan. Hal ini akan membawa dampak meningkatnya ketaatannya menjalankan perintah agama. Tidak hanya melakukan ibadah puasa, di bulan Ramadhan anak juga dapat diajak melaksanakan ibadah lain salat tarawih bersama. Diyakini, dengan melakukan puasa, tarawih, dan berbagai kegiatan keagamaan di bulan Ramadan maka kecerdasan spiritual anak akan kian berkembang.

2. Kembangkan Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan memungkinkan seseorang memahami perasaan, suasana hati, keinginan, dan temperamen orang lain. Bulan Ramadhan menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mengajarkan anak berbela rasa dengan teman-temannya yang kurang beruntung. Orangtua dapat mengajak anak ke panti asuhan, kawasan kumuh atau mengundang anak yatim untuk berbuka bersama. Melalui kegiatan ini akan muncul rasa empati, rasa peduli, dan rasa asih kepada sesama.

3. Tingkatkan Kecerdasan Intelektual

Menurut penelitian puasa meningkatkan hormon pertumbuhan yang mengatur proses metabolisme dan meningkatkan fungsi otak. Puasa juga diyakini meningkatkan protein yang di produksi otak. Protein ini membantu peremajaan dan regenerasi sel induk otak. Protein ini juga dapat meningkatkan fungsi memori dan motor. Dengan terjadinya peremajaan dan regenasi sel-sel otak ketika berpuasa, maka kemampuan otak untuk berpikir, bernalar, dan berkreasi akan meningkat.

Meskipun terkadang sebagai orangtua merasa kasihan karena takut anak anak kita tidak kuat dan tidak mampu dalam menjalankan puasa selama bulan Ramadhan, namun melihat manfaat yang luar biasa yang bisa anak anak kita dapatkan dari berpuasa dimana dapat mempengaruhi kecerdasan mereka baik secara intelegensi, emosional, spiritual dan sosial. Maka bunda bisa melatih puasa anak sejak dini tanpa ragu lagi. Tinggal bagaimana kiat kiat melatih anak berpuasa bisa disimak di artikel kami berikutnya.

Itulah beberapa informasi yang bisa kami berikan terkait manfaat melatih puasa anak yang dapat meningkatkan kecerdasan pada anak. Semoga dengan informasi diatas bisa bermanfaat untuk Anda sebagai orangtua yang sedang mengenalkan puasa pada putra dan putrinya di rumah.